
Jaran (Kuda) Singasari
Motif batik kawung ini diambil dari arca Ganesha (Dewa Pengetahuan, Kecerdasan, Pelindung Seni), peninggalan Kerajaan Singasari/Singhasari/Singosari (1239M/1161 Saka) asal Candhi Jago Malang, di Boro, Blitar, Jawa Timur.
Motif kawung memiliki arti filosofis: 4 arah angin atau sumber tenaga yang mengelilingi yang berporos pada pusat kekuatan, yaitu : timur (matahari terbit: sumber kehidupan), utara (gunung: tempat tinggal para dewa), barat (matahari terbenam) selatan (Zenith: puncak kejayaan). Pusatnya adalah raja yang dikelilingi oleh rakyat. Rakyat yang mengabdi pada raja dan raja yang kuat dan gagah perkasa juga senantiasa melindungi dan mengutamakan kesejahteraan rakyatnya untuk mencapai kemakmuran bersama.
Singasari Horse
This batik motif is called ‘kawung’ taken from Ganesha statue (God of Knowledge, Intelligence, Art Guardian) from Singasari/Singhasari/Singosari Dynasty (1239 AD/1161 Saka) in Candi Jago Malang, Boro, Blitar city, East Java.
Kawung has philosophical meaning: 4 directions or source of energy that surround a core/center energy which are: East (sunrise: source of life), North (mountain: the dwelling of the gods), West (sunset), South (Zenith: peak of success). The center is a king who is surrounded by his people who serve him. King of strong and mighty also protect and set his people welfare as priority.
Cutteristic is and art of paper cutting in Indonesia which combines years of efforts and passion of Chinese heritage with Indonesia’s rich culture. Every paper cutting art has its own characteristic owing to the various unique patterns and level of difficulties in the making process.
Cutteristic is crafted perfectly with passion and obsession
Project X in ELLE Indonesia, White Issue, March 2014
in Collaboration with Intan Kalih and Anton Ismael
Menerjemahkan definisi putih, Intan Kalih mengajak 6 seniman dan 6 fotografer untuk meleburkan dua perspektif menjadi satu karya seni penuh inspirasi
Dewi Kucu & Anton Ismael
Ketertarikan Dewi Kucu untuk menggali khazanah budaya Indonesia ditampilkan dalam seni paper cutting. Jaran (kuda) Singasari pun dipilih untuk mewakili kekuatan nusantara, secara filosofis, dengan turut mengguratkan detail motif batik kawung yang diambil dari arca Ganesha – lambang Dewa Pengetahuan, kecerdasan dan pelindung seni. Proyeksi tersebut ditangkap dengan baik oleh Anton Ismael dengan mengacu pada dinamisme kuda, Anton menambahkan efek blurry pada kertas sebagai simbol dari karya paper art.
Batik kuda singasarinya cantik, apalagi dengan motif kawungnya. For sale ndk bu? Brp ya bu?
silahkan email ke cutteristic@gmail.com ya